Fakta Viking, Suku Eropa Yang Bersih

Suku Viking, mitos tentang gambaran kehidupan mereka sampai saat ini masih di perdebatkan. Viking digambarkan tidak terawat, memakai helm bertanduk, gaya berpakaian mereka masih dikagumi banyak orang, dan penampilan yang sering ditandai dengan luka pertarungan.
Dan sampai sekarang, saya sendiri masih menemukan film dan kartun menggambarkan orang-orang Viking yang kumal, kotor, terkesan jarang mandi, dengan wajah terluka memegang kapak besar. Bahkan gaya hidup mereka sampai saat ini masih terus ditiru baik secara fashion maupun media hiburan.
Tapi dalam pandangan beberapa peneliti yang saya baca tidak menggambarkan demikian. Salah satunya Louise Kampe Henriksen (seorang kurator Viking Ship Museum in Roskilde), Petrus Pentz (ahli senjata Viking dan kurator Museum Nasional Denmark), pendapat mereka diterbitkan ScienceNordic, 29 juli 2012, yang menyatakan bahwa orang-orang Viking ternyata lebih bersih dari apa yang kita kenal saat ini.

Suku Viking Hidup Bersih Di Zaman-nya

Budaya populer sering digambarkan bahwa Viking sebagai orang yang agak kotor dan kumal, tapi mungkin pendapat tersebut tidak benar. Louise Kampe Henriksen mengatakan bahwa beberapa penemuan arkeologi mengungkapkan adanya pinset, sisir, pembersih kuku, pembersih telinga dan tusuk gigi dari Zaman Viking. Petunjuk ini setidaknya menyatakan bahwa kebersihan sangat berarti bagi kaum Viking.
Viking
Gambaran Orang-orang Viking / Credit: Deviantart
Duta besar Arab Ibnu Fadlan yang bertemu sekelompok Viking di Volga, menggambarkan mereka sebagai makhluk Allah yang paling kotor. Orang-orang Arab mayoritas adalah Muslim dan mewajibkan ‘bersih’ sebelum shalat lima waktu, sedangkan Viking mungkin hanya mandi seminggu sekali, tapi bukan berarti bahwa mereka tidak membersihkan diri.
Para ilmuwan mengatakan bahwa suku Viking menyukai warna, biru dan merah adalah warna populer di seluruh Zaman Viking. Secara umum, mereka semua mengenakan pakaian berwarna-warni dengan pola dan menjahit pita. Suku Viking juga mengenal kemewahan seperti sutra, benang perak dan emas. Tapi hanya kaum elit telah mampu memakai kain-kain eksklusif, yang diimpor dari seluruh dunia.
Orang-orang Viking sering digambarkan menggunakan helm bertanduk, tapi mereka sebenarnya tidak mengenakannya. Akhir abad ke-19 banyak orang mulai menggambar Viking memakai helm bertanduk karena peran penjahat memakai helm dalam Opera Wagner yang populer dimasa itu.
Situasi pertempuran sebenarnya, tanduk tidak akan sangat praktis karena mudah terjerat berbagai jebakan pertempuran. Ketika dalam pertempuran, suku Viking menggunakan helm besi untuk melindungi kepala mereka, dan dipersenjatai dengan alat biasa atau pedang dan tombak.
Menurut Petrus Pentz, peneliti membuat perkiraan tentang kedudukan sosial seorang Viking berdasarkan senjata yang dibawa ke kuburnya. Kapak kecil dan pisau adalah alat yang digunakan semua orang, tetapi tombak dan pedang merupakan senjata tradisional yang hanya dikubur bersama kaum elit. Pedang dikaitkan dengan martabat yang sama sekali berbeda, makam itu mengindikasikan dengan jelas bahwa mereka seorang prajurit.
Suku Viking juga menggunakan busur, panah dan tombak tajam sebagai senjata tradisional. Sebagai perlindungan mereka menggunakan perisai bulat yang dilapisi dengan kulit. Perisai ini terkadang dicat dan dihiasi dengan pola-pola sederhana. Sementara baju rantai yang melindungi tubuh hanya bisa dibeli bagi mereka yang mampu, tidak semua Viking menggunakannya.

Pria Viking Rapi, Bersih, Dan Gagah

Dalam sejarah Viking memiliki jenggot rapi, tidak cukup hanya menjadi bersih tetapi rambut juga harus ditata benar. Laki-laki memiliki model rambut pinggir yang panjang dan rambut pendek di bagian belakang kepala, jenggot bisa pendek atau panjang tapi selalu rapi, dan dibagian leher kulit tercukur rapi. Gambaran ini dijelaskan melalui ukiran pada kapal Oseberg di Norwegia, rambut mereka terawat dan memiliki kumis panjang yang elegan, jenggot yang tidak keluar ke pipi.
Ada juga sumber yang menguatkan pernyataan tersebut, surat anonim Inggris Lama di mana seorang pria menasehati saudaranya untuk mengikuti praktek Anglo-Saxon dan tidak menyerah pada fashion Denmark dengan leher dicukur dan mata tertutup pinggiran rambut.
Para pria mengenakan bahan yang sama dengan wanita. Lapisan dalam biasanya terdiri dari Kirtle linen, kemeja panjang laki-laki yang dilepas lewat atas kepala, dan bagian luar mengenakan mantel wol. Pria Viking mengenakan celana panjang dan biasanya dijahit dalam gaya pantalon. Pria biasanya memakai topi sedangkan wanita bisa memilih antara topi kecil dan syal.
Sumber di Inggris pada abad pertengahan memperkuat gambaran Viking sebagai suku yang bersih. Dari tahun 1220, beberapa abad setelah Viking telah merusak Inggris, John of Wallingford menggambarkan suku Viking sebagai suku yang rapi. Mereka menaklukkan semua kota di negara terbaik yang menyebabkan banyak kesulitan bagi warga asli negara itu, karena menurut adat istiadat yang membiasakan menyisir rambut setiap hari, mewajibkan mandi setiap hari Sabtu, mengganti pakaian sesering mungkin dan bisa menarik perhatian banyak orang. Dengan cara ini, mereka menarik simpati wanita yang sudah menikah, membujuk anak-anak perempuan ataupun laki-laki mulia untuk menjadi simpanan mereka.

Wanita Viking, Cantik Atau Maskulin?

Temuan kerangka mengungkapkan perbedaan, lebih sulit menentukan jenis kelamin dari kerangka era Viking. Tengkorak pria sedikit lebih feminin dan tengkorak perempuan sedikit lebih maskulin. Tapi tidak berlaku untuk semua kerangka di periode Viking, umumnya cukup sulit menentukan jenis kelamin kerangka Zaman Viking.
Penelitian genetik menunjukkan bahwa saat itu terjadi percampuran antara Viking berambut merah dan berambut gelap. Viking lebih pirang di Skandinavia utara, daerah sekitar Stockholm, Swedia. Sedangkan Viking berambut merah berada di barat Skandinavia dan Denmark. Tapi tidak semua masyarakat Viking adalah keturunan Skandinavia, ada campuran gen saat itu karena budaya lain datang ke Denmark.
Dalam sejarah Irlandia, Viking Denmark dan Norwegia digambarkan sebagai viking berkulit gelap dan viking pirang, kontemporer Irlandia menyebutnya Dubgaill dan Finngaill.
Sejarawan secara tradisional menafsirkan Viking gelap dan wajar berasal dari Denmark dan Norwegia. Tetapi peneliti David N. Dumville dan Clare Downham berpendapat bahwa baik dari dua istilah tersebut menggambarkan keturunan Viking. Finnegaill bisa digunakan untuk menggambarkan orang-orang Viking yang telah ada di Irlandia dalam waktu lama, sedangkan Dubgaill digunakan untuk kelompok saingan baru dari kalangan Viking sendiri.
Para wanita biasanya mengenakan gaun panjang atau rok yang turun ke kaki. Para arkeolog telah menemukan gesper ikat pinggang di kuburan mereka yang terletak di bahu kerangka. Hal ini menunjukkan bahwa wanita mengenakan gaun digunakan bersama dengan tali di bahu masing-masing. Temuan lain menunjukkan bahwa perempuan juga mengenakan gaun berlengan.
Pakaian tersebut berlapis ganda, di bagian dalam para wanita Viking mengenakan dasar linen seperti rok yang lembut dan memiliki efek pendinginan. Pakaian luar wanita Viking biasanya terbuat dari wol yang hangat, tetapi bahannya tahan lama.

Inti Artikel :

Alat-alat yang digunakan oleh orang Viking, suku viking, suku suku eropa, senjata orang viking, sejarah gaun panjang, rok viking, orang-orang yang bersih dan gagah, kaum wanita viking, kaum viking dari zaman ke zaman, fakta tentang orang eropa, viking sejarah,
Share this article :