Benarkah Oedipus Membunuh Ayah Dan Nikahi Ibu?

Raja Oedipus telah membunuh ayahnya sendiri dan kemudian menikahi janda Laius, Jocasta ibunya sendiri. Benarkah mitos ini terjadi, atau salah satu drama yang sukses mengambil hati rakyat Thebes?
Victoria Grossack, dalam bukunya ‘Jocasta: The Mother-Wife of Oedipus‘ menceritakan tentang kebenaran, teka-teki inces ibu dan anak, legenda Oedipus sebagai raja laknat yang membunuh ayah dan menikahi ibunya. Buku yang menceritakan mitologi Yunani ini lebih tepatnya sebagai simbol rusaknya moral dan berkembangnya sastra & drama yang dituliskan kedalam berbagai versi.

Drama Sophocles: Legenda Raja Oedipus

Raja Oedipus dipopulerkan oleh dramawan Sophocles, drama yang pertama kali diadakan di Athena tahun 429 SM. Drama tersebut menceritakan bahwa Raja Oedipus dari Thebes sangat prihatin tentang wabah yang melanda kotanya, dia mengatakan bahwa penderitaan ini disebabkan oleh para dewa yang marah karena kematian Raja Laius (Raja sebelumnya) yang tidak pernah dibalaskan, dan pembunuhnya harus dihukum.
Oedipus, Colonus
Oedipus at Colonus / Credit: en.wikipedia
Kemudian Raja Oedipus menetapkan tindakan pemecahan kasus pembunuhan Raja Laius, tapi pembunuh Laius adalah Oedipus,… Oedipus telah membunuh ayahnya sendiri dan kemudian menikahi janda Laius, Jocasta. Rakyat Thebes seluruhnya diundang Oedipus setelah dia memecahkan teka-teki Sphinx, membebaskan rakyat dari rakasa Sphinx, secara tidak sengaja dia menikahi ibunya. Pada saat drama Sophocles berlangsung di Athena, Oedipus dan Jocasta telah menikah selama bertahun-tahun dan telah menghasilkan empat orang anak. Apakah mitos Raja Oedipus yang membunuh ayah dan menikahi ibunya benar-benar terjadi?
Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa Raja Oedipus hanya mitologi Yunani, jika Oedipus benar-benar ada maka dia hidup di Zaman Perunggu Akhir sekitar 1300 SM (beberapa generasi sebelum tanggal tradisional dianggap berasal dari Perang Troya). Tahun 1300 SM, beberapa orang Yunani menulis apapun termasuk pada pecahan tembikar mencatat sejarah zaman itu yang ditemukan di Thebes. Tak lama setelah tahun 1200 SM wilayah ini mengalami bencana, selama periode ini populasi menurun secara signifikan dan sebagian besar kota dibakar dan ditinggalkan. Beberapa diantaranya seperti Mycenae, tidak pernah dihuni lagi. Bahasa tulis menjadi seni yang hilang, baik diwilayah Aegean maupun bagian barat Anatolia.
Dramawan Yunani kuno seperti Sophocles, Aeschylus, dan Euripides, berdasarkan drama-drama mereka pada cerita yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, mereka mungkin tidak peduli apakah cerita itu benar-benar nyata. Legenda Oedipus berasal dari Thebes, di pusat kota Yunani (bukan kota di Mesir yang namanya juga sama).
Sophocles adalah seorang dramawan Athena, dan Athena memiliki persaingan besar dengan Thebes, sebagian karena Thebes telah memihak Xerxes selama invasi Persia. Skandal pengaturan di Thebes tidak biasa, dan membawa drama skandal di Thebes mungkin menjadi cara untuk mendapatkan popularitas penonton Athena. Tapi Sophocles bukan satu-satunya penulis drama pernikahan Oedipus dengan ibunya, dramawan lain juga mempunyai naskah yanga sama meskipun karya-karya mereka telah hilang. Dramawan sebelumnya juga menyebutkan Oedipus, misalnya Homer yang mempunyai cerita pahlawan Odysseus. Dalam cerita Odysseus nama ibunya adalah Epikaste, bukan Jocasta, dan cerita ini masih sama tentang pernikahan dengan anaknya.

Bukti Kebenaran Legenda Raja Oedipus

Tentu saja tidak begitu aneh jika Oedipus membunuh Laius, pria telah membunuh satu sama lain sepanjang sejarah. Selain itu, tidak aneh bagi seorang raja baru yang memperoleh sebuah kerajaan melalui penaklukan atau bahkan sebagai pemenang dalam kontes teka-teki, memperoleh tahta dengan menikahi keluarga raja. Kejadian seperti ini telah berulang sepanjang zaman. Jadi bukan tidak mungkin bahwa Oedipus membunuh Laius, dan kemudian menikahi Jocasta.
Sepasang gua di timur Thebes menjadi sepasang makam kerajaan, beberapa orang menyatakan bahwa makam tersebut milik Polynikes dan Eteokles, anak-anak kembar Oedipus. Jika anak-anak Oedipus ada, maka cerita Oedipus menikahi ibunya mungkin benar. Penduduk setempat dapat menunjukkan persimpangan jalan di mana Oedipus diduga membunuh Laius, serta mata air di mana Oedipus mencuci darah Laius. Rute ke utara mengarah antara dua gunung, di mana Sphinx konon menyerang. Kuburan Oedipus tidak pernah dapat ditemukan di Thebes karena cerita mengatakan bahwa dia tidak dimakamkan di sana. Menurut deskripsi Pausanias dari Yunani yang ditulis pada abad kedua Masehi, kuburan Oedipus bisa dilihat dekat Athena, tubuh yang dibawa dari Thebes. Mereka yang tinggal dekat Troy tidak pernah lupa di mana kuburan itu. Ini juga suatu bukti bahwa cerita itu mungkin benar.
Homer hidup lebih dari dua abad sebelum Sophocles, dan sangat berbeda dari dunia berbahasa Yunani. Disimpulkan bahwa mitos Oedipus bukan hasil dari dendam Athena melawan Thebes, Sophocles tidak menciptakan skandal warga Thebes. Mungkin cerita ini dihiasi untuk tujuan dramatis, tapi dia tidak membuat semuanya. Dalam versi Homer, Oedipus tetap sebagai raja Thebes bahkan setelah orang tuanya ditemukan. Ini tidak logis, seorang pria yang telah membunuh ayahnya dan menikah dengan ibunya berkomitmen akan dianggap terkutuk, dan penduduk Thebes pasti akan membuangnya atau membunuhnya (dalam sejarah, mereka telah membunuh tiga raja sebelumnya karena pelanggaran terhadap para dewa ). Sophocles kemudian menceritakan bahwa Oedipus buta dan kemudian pergi ke pengasingan, tetapi tidak demikian dengan cerita Homer.
Ada juga kemungkinan bahwa mitos Oedipus adalah perumpamaan, yang menggambarkan perubahan sosial politik. Beberapa sejarawan berspekulasi bahwa ada sebuah tradisi dimana tahta melewati garis keturunan perempuan dan raja adalah orang yang menikah dengan ratu, bukan putra raja sebelumnya. Membunuh raja sebelumnya bahkan bisa menjadi prasyarat untuk menikahi ratu, mitos Oedipus bisa mencerminkan ketegangan antara kedua sistem.
Penjelasan kebenaran drama diatas menyatakan bahwa Oedipus tidak memiliki hubungan dengan Laius dan Jocasta. Dia adalah seorang pangeran asing dari Korintus (Corinth) yang membunuh Laius dipinggir jalan, kemudian menikahi janda Laius yang diasumsikan sebagai takhta Thebes. Tapi, jika Oedipus terungkap sebagai pembunuh Laius, mungkin berita ini bisa membuat Jocasta termotivasi untuk bunuh diri.
Kemudian penjelasan lainnya menyatakan, mungkin ada dua wanita yang memiliki dua nama berbeda. Mungkin Oedipus pertama menikahi Epikaste yang kemudian bunuh diri ketika dia mengetahui bahwa Oedipus membunuh Laius, dan menikahi Jocasta sesudahnya.
Tanpa bukti forensik, tidak mungkin kita mengetahui seluruh kebenaran berbagai versi drama Raja Oedipus menikahi ibunya, misteri yang tidak dapat dijelaskan.

Inti Artikel :

kisah tentang menikahi ibu nya sendiri, naskah drama yunani oedipus, inces dengan ibu, naskah drama yunani sophocles, cerita oedipus, legenda sphinx bahasa inggris, naskah oidipus, naskah drama yunani kuno, naskah drama yunani kuno karya sophocoles, naskah drama tentang ayah, naskah drama yunani, naskah drama karya sophocles, naskah drama kanak-kanak tentang ibu, anak mengawini ibunya sendiri, naskah sophocles, naskah yunani kuno karya sophocles, perang tahun 1200 sm, raja raja mitologi yunani, raja yunani arthur, sejarah sphinx,
Share this article :